Terjemahan bahasa Inggris akhirat adalah life after death, hidup
sesudah mati. Sekilas judul bab diatas cukup membingungkan, karena
hidup dan mati itu adalah dua hal yang tidak mungkin menyatu.Kalimat
hidup di alam kematian memaksa kita mengkaji kembali makna mati dan
makna hidup. Ada tiga pertanyaan abadi yang selalu muncul dalam
sejarah kemanusiaan, yaitu (1) manusia datang dari mana, (2) setelah
mati kemana, dan (3) untuk apa manusia hidup di dunia.. Al Qur'an
menjawab bahwa kita itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah,
inna lillahi wa inna ilaihi raji`un. Pertanyaan yang timbul kemudian
adalah apanya yang kembali, dan bagaimana nanti di sisi Nya. Orang
Mesir Kuno meyakini bahwa Fir'aun itu tidak mati, tetapi pindah ke
alam akhirat. Oleh karena itu jasadnya diawetkan, dan ketika di
tempatkan di dalam pyramide kepadanya disertakan alat rumah tangga,
kendaraan, perhiasan dengan anggapan bahwa benda-benda itu
dibutuhkan di alam sana.
Perspektif al Qur'an mengajarkan bahwa akhiratlah kehidupan yang
sebenarnya (wa inna al akhirata lahiya al hayawan). Implikasi dari
pandangan itu ialah bahwa hidup di dunia justeru bukan yang
sebenarnya, sehingga di sebut dunia yang fana. Hal ini juga membawa
implikasi pada pemahaman tentang sesuatu yang kongkrit dan tidak
kongkrit. Ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa sesuatu yang dapat
dibuktikan sebagai ada adalah kongkrit, sementara yang tidak bisa
dibuktikan itu tidak kongkrit. Perspektip tasauf sebaliknya,
menganggap yang spiritual itulah yang kongkrit, sedang yang materi
itu tidak kongkrit.
Kematian, meski pasti terjadi, tetapi apa itu mati tidak pernah
disepakati. Kecerdasan spiritual perspektip tasauf justeru memberi
peluang untuk memperoleh experient spiritual berkelana ke alam
kematian yang konkrit. Percayakah anda ?
Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com/
sesudah mati. Sekilas judul bab diatas cukup membingungkan, karena
hidup dan mati itu adalah dua hal yang tidak mungkin menyatu.Kalimat
hidup di alam kematian memaksa kita mengkaji kembali makna mati dan
makna hidup. Ada tiga pertanyaan abadi yang selalu muncul dalam
sejarah kemanusiaan, yaitu (1) manusia datang dari mana, (2) setelah
mati kemana, dan (3) untuk apa manusia hidup di dunia.. Al Qur'an
menjawab bahwa kita itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah,
inna lillahi wa inna ilaihi raji`un. Pertanyaan yang timbul kemudian
adalah apanya yang kembali, dan bagaimana nanti di sisi Nya. Orang
Mesir Kuno meyakini bahwa Fir'aun itu tidak mati, tetapi pindah ke
alam akhirat. Oleh karena itu jasadnya diawetkan, dan ketika di
tempatkan di dalam pyramide kepadanya disertakan alat rumah tangga,
kendaraan, perhiasan dengan anggapan bahwa benda-benda itu
dibutuhkan di alam sana.
Perspektif al Qur'an mengajarkan bahwa akhiratlah kehidupan yang
sebenarnya (wa inna al akhirata lahiya al hayawan). Implikasi dari
pandangan itu ialah bahwa hidup di dunia justeru bukan yang
sebenarnya, sehingga di sebut dunia yang fana. Hal ini juga membawa
implikasi pada pemahaman tentang sesuatu yang kongkrit dan tidak
kongkrit. Ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa sesuatu yang dapat
dibuktikan sebagai ada adalah kongkrit, sementara yang tidak bisa
dibuktikan itu tidak kongkrit. Perspektip tasauf sebaliknya,
menganggap yang spiritual itulah yang kongkrit, sedang yang materi
itu tidak kongkrit.
Kematian, meski pasti terjadi, tetapi apa itu mati tidak pernah
disepakati. Kecerdasan spiritual perspektip tasauf justeru memberi
peluang untuk memperoleh experient spiritual berkelana ke alam
kematian yang konkrit. Percayakah anda ?
Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.b









































