Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya Kategori Biografi, Fiqih Muslimah, Jilbab by Ummu Raihanah
Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?
Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”2
Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”3
Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.
Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah jelas lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”4
Di dalam hadits lain terdapat tambahan :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”5
Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:
“Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”6
Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :
“Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.7
Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”8
Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah :208).
Wallahu’alam bish-shawwab.
Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.
Sumber Rujukan :
1. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.
2. Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.
3. Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.
Catatan kaki:
1. Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :“Wahai Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?….”[Lihat Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] [↩]
2. dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal 140-141 [↩]
3. Jilbab Wanita muslimah hal: 140 [↩]
4. dikeluarkan oleh at-Thabrani dalam “Al-Mu’jam As-Shaghir” hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih lihat jilbab wanita muslimah hal :130 [↩]
5. HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah hadits no.1388 [↩]
6. dikutip oleh As-Suyuthi dalam “Tanwirul Hawalik” 3/103 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal:131 [↩]
7. Ibnu Sa’ad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal 131 [↩]
8. idem hal 131 [↩]
Mengenai Saya
Selasa, 01 September 2009
Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya Kategori Biografi, Fiqih Muslimah, Jilbab by Ummu Raihanah
Ummat Islam Indonesia dan Malaysia Siap Perang Berebut Tari Pendet?
Assalamu'alaikum wr wb,
Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap perang karena rebutan lagu “Rasa Sayange” dan “Tari Pendet”, saya trenyuh juga. Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya jadi benci Malaysia karena itu?
Saya lihat lagu “Rasa Sayang” itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang dinyanyikan ketika pesta dengan lirik: “rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..” ada pula lirik lainnya “boleh kita menumpang mandi.” Kemudian “Tari Pendet”, dari Wikipedia disebut merupakan tari penyambutan turunnya para “Dewata” ke dunia. Kok bisa-bisanya ummat Islam berani ”berjihad” perang untuk hal semacam itu, tapi jika disuruh berjihad untuk menegakkan agama Allah pada ”ketakutan” atau ”alergi”...
Sesungguhnya penduduk Malaysia dan Indonesia beragam. Ada etnis Cina, India, Arab, dengan suku yang terbesar dari Melayu. Agamanya pun bermacam-macam. Ada Budha, Hindu, Kristen, dengan Islam sebagai agama terbesar. Jadi keduanya mayoritas adalah dari rumpun Melayu dan beragama Islam.
Sekitar 2 juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Banyak orang Indonesia yang sudah jadi warga Malaysia sehingga lahir dan besar di Malaysia. Ada yang dari suku Bugis, Banjar, Riau, Jawa, dan sebagainya.
Jika di Indonesia etnis Cina suka mengadakan acara Barongsay, Imlek, dan sebagainya, ini bukan berarti bangsa Indonesia mengklaim budaya Barongsay atau Imlek sebagai milik Indonesia. Bukan berarti Indonesia mencuri budaya Cina. Atau jika warga Indonesia keturunan Arab mengadakan lagu gambus, dsb, bukan berarti Indonesia mencuri budaya Arab.
Begitu pula dengan warga Malaysia keturunan Indonesia. Jika mereka mengadakan acara budaya yang merupakan milik sukunya, misalnya warga Banjar di Malaysia mengadakan acara adat Banjar, bukan berarti mereka mencuri budaya Banjar/Indonesia.
Jadi semua harus dihadapi dengan tangan dingin. Jangan mudah “dibakar” atau “dikompori” penyiar berita di TV. Apalagi kasus ”Tari Pendet” ternyata merupakan kesalahan ”Discovery Channel” yang memuat klip ”Tari Pendet” dalam iklan promo wisata Malaysia.
Allah mengatakan sesungguhnya orang beriman itu bersaudara:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat:10]
Seandainya seluruh ummat Islam bersatu dalam satu negara Islam, tentu tidak perlu lagi bangsa Indonesia dan Malaysia berebut wilayah seperti pulau Sipadan dan Ligitan.
Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imran:103]
Tak pantas ummat Islam saling ejek seperti Muslim Indonesia menyebut Muslim Malaysia sebagai “Malingsia” dan Muslim Malaysia mengejek Muslim Indonesia sebagai “Indon”:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]
Kita harus mewaspadai orang-orang kafir yang ingin memecah-belah dan mengadu domba ummat Islam:
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” [At Taubah:107]
Kita juga dilarang memecah-belah agama kita dan memecah persatuan ummat Islam sehingga saling bunuh satu sama lain.
“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105]
"...Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.. " [Asy Syuura:13].. . Baca Selengkapnya
Sesungguhnya orang yang mati karena membela fanatisme golongan/kebangsaan , maka dia mati dalam keadaan jahiliyah atau masuk neraka. Seharusnya ummat Islam mati syahid karena Allah:
Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa'i)
Jika orang-orang Islam saling perang dan saling bunuh, maka keduanya masuk neraka:
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?" Nabi Saw menjawab, "Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya." (HR. Bukhari)
Terlepas dari itu semua, agar milik Indonesia tidak direbut pihak asing, Indonesia harus jadi bangsa yang mandiri. Jangan menjual kekayaan alam, BUMN, atau lainnya ke pihak asing. Kemudian semua lagu dan budaya milik Indonesia yang bermanfaat harus didokumentasikan dan diumumkan dengan baik misalnya melalui situs dan TV sehingga semua orang tahu itu milik siapa.
Lagu Rasa Sayang
ini lagu dah dari jaman dulu dinyanyiin ama orang-orang Ambon saat mereka ngadain pesta, anak-anak muda-nya tuh suka berbalas pantun pake lagu ini.. dimana bagian rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..
http://www.jessfort ress.com/ little-something /lagu-rasa- sayang/
Tari Pendet
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
http://id.wikipedia .org/wiki/ Tari_Pendet
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Selasa, 25 Agustus 2009 13:23 WIB
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan Malaysia.
"Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel," kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.
"Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru," kata Norman.
KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema film dokumenter ialah "The Melakan Portuguese - Preserving Their Heritage, "Bajau Laut - Nomad of The Sea", "Keris - The Myth & The Magic" dan Kellie`s Castle - Myth & Mystery", dan "Batik" dan "Wau".
"Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa," kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.
Baca selengkapnya di:
http://antaranews. com/berita/ 1251181413/ iklan-tari- pendet-dibuat- oleh-discovery- channel
Indonesia
Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongka n masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]
http://id.wikipedia .org/wiki/ Indonesia
Malaysia
Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.
http://id.wikipedia .org/wiki/ Malaysia
Baca selengkapnya di:
http://kabarislam. wordpress. com
Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap perang karena rebutan lagu “Rasa Sayange” dan “Tari Pendet”, saya trenyuh juga. Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya jadi benci Malaysia karena itu?
Saya lihat lagu “Rasa Sayang” itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang dinyanyikan ketika pesta dengan lirik: “rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..” ada pula lirik lainnya “boleh kita menumpang mandi.” Kemudian “Tari Pendet”, dari Wikipedia disebut merupakan tari penyambutan turunnya para “Dewata” ke dunia. Kok bisa-bisanya ummat Islam berani ”berjihad” perang untuk hal semacam itu, tapi jika disuruh berjihad untuk menegakkan agama Allah pada ”ketakutan” atau ”alergi”...
Sesungguhnya penduduk Malaysia dan Indonesia beragam. Ada etnis Cina, India, Arab, dengan suku yang terbesar dari Melayu. Agamanya pun bermacam-macam. Ada Budha, Hindu, Kristen, dengan Islam sebagai agama terbesar. Jadi keduanya mayoritas adalah dari rumpun Melayu dan beragama Islam.
Sekitar 2 juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Banyak orang Indonesia yang sudah jadi warga Malaysia sehingga lahir dan besar di Malaysia. Ada yang dari suku Bugis, Banjar, Riau, Jawa, dan sebagainya.
Jika di Indonesia etnis Cina suka mengadakan acara Barongsay, Imlek, dan sebagainya, ini bukan berarti bangsa Indonesia mengklaim budaya Barongsay atau Imlek sebagai milik Indonesia. Bukan berarti Indonesia mencuri budaya Cina. Atau jika warga Indonesia keturunan Arab mengadakan lagu gambus, dsb, bukan berarti Indonesia mencuri budaya Arab.
Begitu pula dengan warga Malaysia keturunan Indonesia. Jika mereka mengadakan acara budaya yang merupakan milik sukunya, misalnya warga Banjar di Malaysia mengadakan acara adat Banjar, bukan berarti mereka mencuri budaya Banjar/Indonesia.
Jadi semua harus dihadapi dengan tangan dingin. Jangan mudah “dibakar” atau “dikompori” penyiar berita di TV. Apalagi kasus ”Tari Pendet” ternyata merupakan kesalahan ”Discovery Channel” yang memuat klip ”Tari Pendet” dalam iklan promo wisata Malaysia.
Allah mengatakan sesungguhnya orang beriman itu bersaudara:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat:10]
Seandainya seluruh ummat Islam bersatu dalam satu negara Islam, tentu tidak perlu lagi bangsa Indonesia dan Malaysia berebut wilayah seperti pulau Sipadan dan Ligitan.
Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imran:103]
Tak pantas ummat Islam saling ejek seperti Muslim Indonesia menyebut Muslim Malaysia sebagai “Malingsia” dan Muslim Malaysia mengejek Muslim Indonesia sebagai “Indon”:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]
Kita harus mewaspadai orang-orang kafir yang ingin memecah-belah dan mengadu domba ummat Islam:
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” [At Taubah:107]
Kita juga dilarang memecah-belah agama kita dan memecah persatuan ummat Islam sehingga saling bunuh satu sama lain.
“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105]
"...Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.. " [Asy Syuura:13].. . Baca Selengkapnya
Sesungguhnya orang yang mati karena membela fanatisme golongan/kebangsaan , maka dia mati dalam keadaan jahiliyah atau masuk neraka. Seharusnya ummat Islam mati syahid karena Allah:
Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa'i)
Jika orang-orang Islam saling perang dan saling bunuh, maka keduanya masuk neraka:
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?" Nabi Saw menjawab, "Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya." (HR. Bukhari)
Terlepas dari itu semua, agar milik Indonesia tidak direbut pihak asing, Indonesia harus jadi bangsa yang mandiri. Jangan menjual kekayaan alam, BUMN, atau lainnya ke pihak asing. Kemudian semua lagu dan budaya milik Indonesia yang bermanfaat harus didokumentasikan dan diumumkan dengan baik misalnya melalui situs dan TV sehingga semua orang tahu itu milik siapa.
Lagu Rasa Sayang
ini lagu dah dari jaman dulu dinyanyiin ama orang-orang Ambon saat mereka ngadain pesta, anak-anak muda-nya tuh suka berbalas pantun pake lagu ini.. dimana bagian rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..
http://www.jessfort ress.com/ little-something /lagu-rasa- sayang/
Tari Pendet
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
http://id.wikipedia .org/wiki/ Tari_Pendet
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Selasa, 25 Agustus 2009 13:23 WIB
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan Malaysia.
"Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel," kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.
"Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru," kata Norman.
KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema film dokumenter ialah "The Melakan Portuguese - Preserving Their Heritage, "Bajau Laut - Nomad of The Sea", "Keris - The Myth & The Magic" dan Kellie`s Castle - Myth & Mystery", dan "Batik" dan "Wau".
"Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa," kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.
Baca selengkapnya di:
http://antaranews. com/berita/ 1251181413/ iklan-tari- pendet-dibuat- oleh-discovery- channel
Indonesia
Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongka n masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]
http://id.wikipedia .org/wiki/ Indonesia
Malaysia
Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.
http://id.wikipedia .org/wiki/ Malaysia
Baca selengkapnya di:
http://kabarislam. wordpress. com
Senin, 31 Agustus 2009
Suhu lautan mencapai rekor tertinggi
NOAA U.S. highlights
Menurut Pusat Data Iklim Nasional AS, suhu rata-rata lautan global pada bulan Juli adalah yang terpanas sejak dimulainya pencatatan pada tahun 1880. Di dekat Arktik, suhu air naik 10 derajat di atas rata-rata.
Ilmuwan iklim Andrew Weaver dari Universitas Victoria di British Columbia juga mencatat bahwa kenaikan suhu lautan adalah tanda yang lebih jelas dari pemanasan global, beliau berkata, “Ini adalah satu lagi indikator yang sangat penting dari perubahan yang sedang terjadi.”
Maha Guru Ching Hai: Air menjadi hangat dan kemudian es akan dicairkan oleh itu. Dan jika es mencair lebih banyak, kita menjadi lebih panas. Dan dengan semakin panas, lebih banyak es mencair. Semakin banyak es mencair, semakin hangat airnya. Semakin hangat airnya, semakin banyak es mencair. Anda dapat melihat lingkaran setan. Tak banyak yang saya bicarakan, hanya jika kita mengetahui sebuah solusi, kita lakukan saja. Jika kita mencintai planet kita, jika kita mencintai diri kita dan anak kita, pengorbanan apapun akan kita lakukan. Semua bukti menunjukkan bahwa daging adalah penyebab nomor satu dari masalah planet kita. Cara tercepat untuk mengatasinya, paling kilat, paling efektif adalah dengan mengurangi praktik industri daging yang banyak mengeluarkan emisi.
http://www.noaanews .noaa.gov/ stories2009/ 20090814_ julyglobalstats. html
http://global- warming.accuweat her.com
http://www.therenew ableplanet. com/blogs/ the_daily_ green/archive/ 2009/08/17/ noaa-declares- july-warmest- global-ocean- surface-temp- on-record. aspx
Menurut Pusat Data Iklim Nasional AS, suhu rata-rata lautan global pada bulan Juli adalah yang terpanas sejak dimulainya pencatatan pada tahun 1880. Di dekat Arktik, suhu air naik 10 derajat di atas rata-rata.
Ilmuwan iklim Andrew Weaver dari Universitas Victoria di British Columbia juga mencatat bahwa kenaikan suhu lautan adalah tanda yang lebih jelas dari pemanasan global, beliau berkata, “Ini adalah satu lagi indikator yang sangat penting dari perubahan yang sedang terjadi.”
Maha Guru Ching Hai: Air menjadi hangat dan kemudian es akan dicairkan oleh itu. Dan jika es mencair lebih banyak, kita menjadi lebih panas. Dan dengan semakin panas, lebih banyak es mencair. Semakin banyak es mencair, semakin hangat airnya. Semakin hangat airnya, semakin banyak es mencair. Anda dapat melihat lingkaran setan. Tak banyak yang saya bicarakan, hanya jika kita mengetahui sebuah solusi, kita lakukan saja. Jika kita mencintai planet kita, jika kita mencintai diri kita dan anak kita, pengorbanan apapun akan kita lakukan. Semua bukti menunjukkan bahwa daging adalah penyebab nomor satu dari masalah planet kita. Cara tercepat untuk mengatasinya, paling kilat, paling efektif adalah dengan mengurangi praktik industri daging yang banyak mengeluarkan emisi.
http://www.noaanews .noaa.gov/ stories2009/ 20090814_ julyglobalstats. html
http://global- warming.accuweat her.com
http://www.therenew ableplanet. com/blogs/ the_daily_ green/archive/ 2009/08/17/ noaa-declares- july-warmest- global-ocean- surface-temp- on-record. aspx
Langgan:
Entri (Atom)











































